Sabtu, 19 Maret 2016

STUDI KELAYAKAN BISNIS

STUDI KELAYAKAN BISNIS

KEWIRAUSAHAAN

DISUSUN OLEH :
NAMA : SHIFA NURMALA
NPM : 4A214233
JURUSAN : AKUNTANSI KOMPUTER
D3 BISNIS & KEWIRAUSAHAAN



UNIVERSITAS GUNADARMA
2016


STUDI KELAYAKAN BISNIS

Suatu kegiatan bisnis pasti melibatkan banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan yang berbeda, seperti para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. Investor berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis, dimana dasar dari pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.

Jadi pengertian studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan tidak dijalankan.

Studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.

Aspek-aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis

Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Studi Kelayakan Bisnis, yaitu:

1.    Aspek hukum
Menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku diantaranya :
•    Izin lokasi
o    Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan  hukum lainnya.
•    NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
•    Surat tanda daftar perusahaan
•    Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
•    Surat tanda rekanan dari pemda setempat
•    SIUP setempat


2.    Aspek sosial ekonomi dan budaya
Menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar karena adanya suatu kegiatan usaha tersebut, diantaranya:
•    Dari sisi budaya, apa dampak keberadaan bisnis kita terhadap kehidupan masyarakat, kebiasaan adat setempat, dan lain-lain.
•    Dari sudut ekonomi, seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita penduduk setempat, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR.
•    Dan dari segi sosial, apakah dengan adanya bisnis kita, menjadi semakin ramai, lalu lintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat dan untuk mendapatkan itu semua adalah dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dan lain-lain. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

3.    Aspek pasar dan pemasaran
menyangkut apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh kegiatan usaha kita, dengan melihat hal-hal berikut :
•    Potensi pasar
•    Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
•    Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk
•    Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
•    Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.

4.    Aspek teknis dan teknologi
Menyangkut pemilihan lokasi, alat-alat, yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

5.    Aspek manajemen
Menyangkut pembangunan dan operasional.

6.    Aspek keuangan
Menyangkut sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.


Tahapan dalam Studi Kelayakan Bisnis

1.    Penemuan Ide
Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilak produk laku untuk dijual dan menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
•    ide proyek sesuai dengan kata hatinya
•    pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
•    keyakinan akan kemampuan proyek menghasilkan laba.

2.    Tahap Penelitian
Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah:
•    mengumpulkan data
•    mengolah data
•    menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data
•    menyimpulkan hasil
•    membuat laporan hasil

3.   Tahap Evaluasi.
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat kuantitatif atau kualitatif. Ada 3 macam evaluasi:
•    mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
•    mengevaluasi proyek yang akan dibangun
•    mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin
Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.

4.   Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian yang telah ditentukan.

5.   Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen.

6.   Tahap Pelaksanaan
Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu bekerja secaa efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran, produksi dan operasi.

Hasil Studi Kelayakan Bisnis

Hasil studi kelayakan bisnis berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang diperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak.

Etika dalam Studi Kelayakan Bisnis

Aspek moral dan etika dalam bisnis, khususnya dalam studi kelayakan bisnis (SKB) menjadi hal yang penting. Perilaku etis mengacu pada norma-norma atau standar-standar moral pribadi dalam hubungannya dengan orang lain agar dapat terjamin tidak seorangpun yang akan dirugikan.

1. Etika peneliti pada responden
Dalam pengumpulan data dari para responden, perlu diingat hak atas kebebasan pribadi sehingga responden tidak akan dirugikan baik secara fisik maupun mental.

2. Etika peneliti pada klien
Dalam suatu studi kelayakan bisnis pertimbangan-pertimabangan etis terhadap klien perlu diperhatikan. Karena klien mempunyai hak atas penelitian yang dilakukan secara etis.

3. Etika peneliti pada asisten
Peneliti biasanya asisten peneliti, tidak etis jika menugaskan seorang asisten melakukan suatu  wawancara yang bisa membahayakan.

4. Etika klien
Sering terjadi peneliti kelayakan bisnis diminta oleh kliennya untuk mengubah data, mengartikan data dari segi yang menguntungkan atau menghilangkan bagian-bagian dari hasil analisis yang dianggap merugikan, kalau peneliti menuruti keinginan tersebut bisa jadi profesi peneliti akan hancur.

Manfaat studi kelayakan bisnis

1.  Pihak Investor
Sebelum menanamkan modalnya di perusahaan yang akan dijalankan investor akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, karena investor memiliki kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh dan jaminan modal yang akan ditanamkan.

2. Pihak Kreditor
Sebelum memberikan kredit pihak bank perlu mengkaji studi kelayakan bisnis dan mempertimbangkan bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimilliki.

3. Pihak Manajemen Perusahaan
Sebagai leader manajemen perusahaan juga memerlukan studi kelayakan bisnis untuk mengetahui dana yang dibutuhkan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dan kreditor

4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat
Perusahaan yang akan berdiri harus memperhatikan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan
oleh pemerintah agar dapat diprioritaskan untuk dibantu oleh pemerintah.

5. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi
Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, karena sedapat mungkin proyek dibuat demi tercapainya tujuan-tujuan nasional.



PROPOSAL YANG BAIK DAN BENAR

PROPOSAL BISNIS YANG BAIK DAN BENAR

KEWIRAUSAHAAN

DISUSUN OLEH :
NAMA : SHIFA NURMALA
NPM : 4A214233
JURUSAN : AKUNTANSI KOMPUTER
D3 BISNIS & KEWIRAUSAHAAN



UNIVERSITAS GUNADARMA
2016

PROPOSAL YANG BAIK DAN BENAR

Dalam membangun satu bisnis baik itu bisnis rumahan, usaha sampingan maupun usaha kecil menengah anda tentunya membutuhkan modal baik untuk modal awal maupun modal pengembangan bisnis anda. Tak dapat di pungkiri bahwa modal merupakan faktor pendukung meskipun bukan yang paling utama namun modal bisa jadi kekuatan yang mampu mendongkrak bisnis anda agar lebih berkembang.

Ketika anda ingin mendapatkan modal namun anda terkendala dengan peraturan dari bank atau anda takut untuk meminjam dari kredit bank atau pinjaman lain maka salah satu cara yang dapat anda lakukan dan terbukti berhasil adalah dengan cara menjalin kerjasama dengan investor. Namun dalam menjalin kerjasama tersebut maka anda perlu mempersiapkan proposal usaha untuk mencari modal dengan cara investasi.

Namun demikian, kendala paling umum adalah ketidaktahuan bagaimana cara membuat proposal yang baik dan benar, kendala ini bukan hanya terjadi kepada mereka yang kurang beruntung dalam mendapatkan pendidikan tinggi tapi mereka yang notebene telah mendapatkan pengalaman di bangku sekolah mengaku sulit untuk membuat proposal usaha. Untuk itulah dalam artikel Cara Membuat Proposal Usaha Yang Baik Dan Benar akan saya kupas secara tuntas mengenai cara menulis proposal usaha yang sesuai dengan kaidah - kaidahnya.

Berikut unsur - unsur dalam proposal usaha 
1. BAB Pendahuluan
Bab pendahuluan merupakan bab perkenalan dimana anda menguraikan latar belakang usaha anda, visi dan misi bisnis anda, dan gambaran usaha yang ingin anda jalankan termasuk juga bagaimana keadaan pasar saat ini.

2. Profil Badan Usaha
  • Jenis usaha
uraikan tentan jenis usapa apa yang ingin anda jalankan secara singkat. Anda bisa menjalaskannya dengan bentuk list atau uraian singkat. Kemudian sebutkan secara singkat model bisnisnya.

  • Nama perusahaan dan Lokasi
Nama perusahaan merupakan branded yang akan di ingat oleh pelanggan anda. Maka tentukan nama perusahaan anda dan tulis dalam proposal usaha.
Salah satu hal yang sangat penting dalam berbisnis adalah pemilihan lokasi terlebih jika anda menjualnya secara langsung maka pemilihan lokasi adalah hal mutlak yang harus anda perhatikan, tulislah lokasi perusahaan anda, kemudian buat peta atau denah. Anda bisa menggunakan google maps yang kini sangat memudahkan kita dalam membaut denah lokasi.

Contoh :
Nama Perushaan
Shaqia Hijab
Jenis Usaha
Fashion
Lokasi
Jl. Akses UI Kelapa Dua, Depok
No. Telepon
08788781111


3. Struktur Organisasi Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki struktur organisasinya masing - masing, apakah anda berdiri sendiri atau anda membentuk satu sistem yang membuat perusahaan anda berjalan dengan satu sistem kerjasama antara owner dengan karyawan, Jika perusahaan anda memiliki sistem manajerial keorganisasian maka sebutkan mulai dari Pemilik usaha, manager atau pengelola, marketing, HRD dll. 
Contoh :




4. Produk Perusahaan
  • Jenis produk
Produk adalah nyawa bisnis, jika anda tidak memiliki produk yang anda jual maka anda jelas tidak dapat menjalankan bisnis. Untuk itu sebutkan jenis produk apa yang anda produksi. 
  • Pembuatan produk
Pembuatan produk merupakan bagaimana cara pembuatan produk anda
  • Keunggulan produk
Cobalah anda sebutkan keunikan produk anda, keunggulan produk hingga nilai plus produk anda.

5. Target Pasar
Sebagai tambahan anda harus menyebutkan siap yang anda jadikan target pasar anda. Warga di daerah mana serta umur berapa dan kalangan yang mana. 

Contoh : Target pasarnya adalah Mahasiswi Universitas Gunadarma karena bisnis fashion ini sangat diminati kalangan remaja terutama mahasiswi. 


6. Promosi dan Pemasaran

Pada BAB ini anda menjelaskan tentang strategi pemasaran yang anda lakukan serta promosinya. 
contoh : Target pemasaran :
- Lingkungan kampus, Lingkungan Kantor, dan Lingkungan sekitar tempat tinggal.
- Sosial Media : Instagram, Twitter, Buka Lapak, Tokopedia, dan lainlain.
- Membuka stand dalam event-event yang ada.

7. Laporan Keuangan
  • Alokasi dana
Merupakan rancangan kebutuhan dana serta pengeluaran dana yang akan anda gunakan untuk usaha anda.
  • Perhitungan laba
Buat perhitungan secara logis dan realistis mengenai keuangan anda, target laba rugi, ancaman resiko dll.
  • Perhitungan bagi hasil
Setelah semua unsur diatas selesai, maka anda tinggal menentukan berapa rasio bagi hasil yang akan anda tetapkan. bagaimana menentukan rasio bagi hasil tergantung dari resiko usaha, semakin kecil resiko usaha maka semakin kecil pula pendapatan yang diberikan kepada investor dan sebaliknya.


8. Penutup

Penutup berisi kata kata terakhir anda untuk meyakinkan investor anda, mengetuk hati investor anda agar lebih tertarik serta doa dan harapan anda atas proposal anda. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas kesediaanya membaca proposal anda.


9. Lampiran
  • Biodata pemiliki usaha
  • Surat perjanjian 
  • Surat Ijin Usaha
  • Sertifikat Usaha atatu kepelatihan

Unsur - unsur diatas adalah unsur pokok yang biasanya di gunakan untuk membuat proposal usaha yang baik dan benar.

Selain itu, buatlah proposal anda dengan acuan 
1. Ukuran tulisan 12 pt
2. Spasi 1,5
3. Kertas A4
4. Cover mika 

Sumber : http://www.usaharumahan19.com/2014/05/cara-membuat-proposal-usaha-yang-baik.html

IDE BISNIS

IDE BISNIS

KEWIRAUSAHAAN

DISUSUN OLEH :
NAMA : SHIFA NURMALA
NPM : 4A214233
JURUSAN : AKUNTANSI KOMPUTER
D3 BISNIS & KEWIRAUSAHAAN



UNIVERSITAS GUNADARMA
2016



IDE BISNIS

     Dalam memulai bisnis pertama-tama yang terlintas dalam pikiran kita adalah apa yang akan kita jual, bagaimana usaha kita bisa berkembang dan diminati masyarakat? Satu yang harus diperhatikan dalam memulai usaha yaitu Ide Bisnis. Ide Bisnis adalah hal yang sangat penting, sebuah ide hanyalah alat yang harus dikembangkan, dan diubah menjadi peluang usaha/bisnis yang menguntungkan. Dalam mengembangkan Ide Bisnis diperlukan Kreatifitas dan Inovasi. Kreatiftas sangat diperlukan dalam sebuah usaha.

Apa itu Kreatifitas ???

Kreatifitas adalah kemapuan untuk merancang, membentuk, membuat atau melakukan sesuatu dengan cara yang baru atau lain. Kemampuan menimbulkan solusi yang kreatif untuk kebutuhan/masalah dan untuk memasarkan yang seringkali menandai perbedaan antara sukses dan kegagalan dalam bisnis. Kenyataannya pengusaha yang sukses selalu kreatif dalam mengidentifikasi sebuah produk, jasa atau  peluang usaha/bisnis yang baru.Agar kreatif, anda perlu membuka pikiran dan mata , anda sementara mempelajari sumber-sumber ide bisnis yang dijelaskan di bawah ini dan menerapkan tekniknya.

Banyak membuktikan terdapat jutaan pengusaha yang menyatakan banyak ide bisnis bersumber dari :

1. Hobi/Minat
Hobi adalah aktivitas favorit di waktu luang atau pekejaan. Banyak orang, dalam melakukan hobi atau minat, berhasil mendirikan bisnis. Sebagai contoh, jika Anda menyukai bermain dengan komputer, memasak, musik, perjalanan, olahraga, atau pertunjukkan, Anda dapat mengembangkannya menjadi sebuah bisnis. Misalnya, jika Anda menikmati perjalanan, pertunjukkan dan/atau memberikan pelayan, Anda bisa memasuki bidang pariwisata, dimana ini merupakan salah satu industri terbesar di dunia.  

2. Keterampilan dan Pengalaman Pribadi
Lebih dari separuh ide bisnis yang sukses berasal dari pengalaman bekerja di kantor/ tempat kerja. Sebagai contoh, seorang mekanik yang mempunyai pengalaman bekerja di bengkel besar yang akhirnya membuka bisnis reparasi mobil atau bisnis berjualan mobil bekas. Jadi, latarbelakang pengusaha memainkan peranan penting dalam keputusan untuk memasuki bisnis selain jenis usaha bisnis yang akan mereka ciptakan. Ketrampilan dan pengalaman Anda merupakan sumber yang paling penting, tidak hanya untuk menghasilkan ide tetapi juga untuk mendapat keuntungan.

3. Waralaba
Waralaba adalah pengaturan dimana produsen atau distributor tunggal dari suatu merk dagang, produk atau jasa memberi hak eksklusif untuk distribusi lokal kepada pengencer mandiri/bebas sebagai ganti dari pamembayaran royalty dan pemenuhan prosedur operasi standar. Bisnis waralaba dapat mengambil beberapa bentuk, tetapi satu bentuk menarik adalah jenis yang menawarkan nama, citra, cara untuk melakukan bisnis dan prosedur operasional bisnis.

Di tahun 1980 dan awal 1990 waralaba mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, dan menjadi metode yang banyak digunakan untuk memasuki bisnis bagi jutaan bisnis yang didirikan di AS dan Eropa. Di AS, terdapat lebih dari 2000 tipe bisnis waralaba, yang membukukan penghasilan lebih dari 300 milyar USD dari penjualan tahunan dan sekitar sepertiga dari semua penjualan retail. Selain membeli bisnis waralaba, seseorang juga bisa mangembangkan dan menjual konsep bisnis waralaba. Terdapat banyak buku direktori dan buku pegangan serta asosiasi waralaba, termasuk The Interna-tional Frachise Association, yang dapat memberikan banyak informasi.  

4. Media Massa
Media massa merupakan sumber informasi, ide bahkan peluang yang besar. Surat kabar, majalah, televisi, dan dewasa ini internet, adalah contoh dari media massa. Misalnya, jika Anda benar-benar memperhatikan, di iklan komersial pada surat kabar atau majalah Anda mungkin terdapat informasi mengenai bisnis yang dijual. Satu cara untuk menjadi pengusaha adalah untuk merespon tawaran seperti itu.

Artikel yang terdapat di media cetak atau internet, atau film dokumenter di TV banyak malaporkan perubahan dalam gaya hidup atau kebutuhan konsumen. Misalnya, Anda mungkin pernah membaca atau mendengar bahwa sekarang banyak orang yang tertarik pada makanan kesehatan atau kebugaran fisik.

Anda juga bisa menemukan iklan yang mencari penyediaan jasa tertentu berdasarkan keterampilan, misalnya akuntansi, katering atau keamanan. Atau Anda mungkin bisa menemukan konsep baru yang membutuhkan investor, seperti waralaba.

5. Pameran
Jalan lain untuk menemukan ide dari suatu bisnis adalah dengan menghadiri pameran dan pameran perdagangan. Pameran ini biasanya diiklankan di radio atau disurat kabar. Dengan menghadiri pameran secara teratur, Anda tidak hanya menemukan produk dan jasa baru, tetapi Anda juga bisa bertemu dengan para penjual, pabrik, pedagang grosir, distributor, dan pelaku bisnis waralaba. Mereka merupakan sumber ide dan informasi bisnis yang bagus dan membantu kita untuk memulai suatu bisnis. Beberapa dari mereka mungkin pula mencari seseorang seperti Anda.

6. Survei
Inti dari suatu ide bisnis baru seharusnya adalah pelanggan. Kebutuhan dan keinginan dari pelanggan, alasan pemilihan produk atau jasa oleh pelanggan, dapat kita pastikan melalui suatu survey. Survei dapat kita lakukan secara formal atau tidak formal melalui percakapan dengan orang-orang dengan menggunakan kuisioner, wawancara atau melalui observasi.

Anda juga bisa memulainya dengan berbicara kepada keluarga dan teman-teman untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan atau yang diinginkan yang belum tersedia. Kemudian Anda bisa melanjutkan dan berbicara dengan orang yang merupakan bagian dari rantai distributor, seperti pabrik, pedagang, distributor, agent grosir atau penjualbretail. Sangat berguna jika anda mempersiapkan pertanyaan terlebih dahulu untuk dicantumkan pada kuisioner atau digunakan dalam wawancara. Dengan kontak yang dekat dengan pelanggan, anggota jaringan memiliki pengertian dari apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak dapat dijual. Anda harus banyak bertanya kepada banyak pelanggan, baik pelanggan tetap atau pelanggan tidak tetap. Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan akan semakin baik.

7. Keluhan
Keluahan dan kekecewaan dari pelanggan telah banyak menghasilkan produk dan jasa baru. Bilamana pemakai atau pelanggan mengeluh tentang produk atau jasa, Anda mempunyai potensi untuk menghasilkan ide bisnis. Ide bisa berupa mendirikan perusahaan tandingan yang menghasilkan produk atau jasa yang lebih baik, atau membuat produk atau jasa yang bisa dijual ke perusahaan tersebut atau  perusahaan lain.

8. Brainstorming
Brainstorming adalah suatu teknik pemecahan masalah yang kreatif selain untuk menghasilkan ide. Tujuannya adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin ide. Hal ini biasanya mulai dengan suatu pertanyaan atau pernyataan masalah. Sebagai contoh, Anda dapat bertanya “Produk dan jasa apa sekarang dibutuhkan di rumah tetapi belum tersedia. Setiap ide dapat menghasilkan suatu tambahan ide atau lebih, yang jumlahnya akan lumayan banyak. Ketika Anda mengunakan metode ini, harus mengikuti empat aturan berikut :
1. Jangan mengkritik atau menghakimi ide orang lain
2. Berikan ide dilontarkan secara bebas dan ide yang tampaknya liar dan tidak masuk akal agar diterima baik.
3. Kuantitas diharapkan semakin banyak ide, semakin baik
4. Gabungkan dan kembangkan ide-ide dari oprang lain.
Selanjutnya semua ide walaupun tidak logis atau tidak masuk akal harus dicatat.

Peluang Usaha
Apa yang Dimaksud Dengan Peluang Usaha ?
Melihat, mencari dan bertindak terhadap peluang usaha yang tersedia adalah
Peluang usaha/bisnis dan dapat  dijelaskan sebagai suatu ide yang menarik atau usulan bisnis yang memberi kemungkinan untuk memberikan hasil bagi investor atau seseorang yang mengambil resiko. Peluang seperti itu diwakili oleh persyaratan

Peluang Usaha/Bisnis dapat dijelaskan sebagai ide investasi atau usulan usaha yang menarik yang memberi kemungkinan untuk memberikan hasil atau keuntungan bagi seseorang yang memiliki resiko. Peluang seperti itu digambarkan oleh persyaratan dan mengarah ke penyedian suatu usaha produk atau usaha jasa yang dibuat atau ditambahkan nilainya untuk keperluan pembeli atau pengguna akhir.

Bagaimanapun juga, suatu ide yang bagus belum tentu merupakan peluang usaha atau bisnis yang baik. Sebagai contoh, Anda menciptakan suatu produk yang bagus dari segi teknis namun pasar belum siap untuk produk itu. Atau ide itu tidak masuk akal, tetapi tingkat persaingan dan sumber daya yang dibutuhkan sedemikian rupa sehingga tidak layak untuk dilanjutkan. Kadang-kadang bahkan ada pasar yang siap untuk ide itu, tetapi pengembalian investasi tidak dapat diterima. Untuk lebih lanjut, pertimbangkan fakta bahwa lebih dari 80 % semua produk baru gagal. Memang, bagi para investor atau penanam modal, ide itu kelihatan bagus, namun jelas tidak tahan uji terhadap pasar.
Jadi, apa yang mengubah suatu ide menjadi peluang usaha  ? jawaban sederhana adalah bila pendapatan melebih biaya disebut laba. Dalam praktek, secara menyeluruh Anda harus memeriksa factor-faktor yang menyebabkannya.


Mengidentifikasi dan Menilai peluang usaha

Ide dan Peluang  harus disaring dan dinilai untuk kelayakannya setelah ide dan peluang diidentifikasi atau dihasilkan. Ini bukan tugas yang mudah dan juga sangat penting. Hal ini dapat membedakan antara berhasil dan gagal, antara membuat kaya atau melenyapkan apapun yang anda miliki.
Mengidentifikasi dan menilai peluang usaha pada intinya menentukan resiko dan hasil/imbalan yang menggambarkan beberap factor seperti di bawah ini:
         Kondisi industri dan pasar
         Lamanya masa peluang produk
         Tujuan pengusaha dan kompetensi yang dimiliki pengusaha
         Pengelola tim
         Persaingan
         Modal, Teknologi dan Sumberdaya
         Kondisi Lingkungan (politik, ekonomi, hokum, kebijakan pemerintah
A A. Mengubah Mindset
Sebenarnya kekuatan-kekuatan tersebut adalah hal yang biasa. Ibarat akan menghadapi suatu perubahan yang penuh ketidak pastian, kita pasti akan mengalami ketakutan untuk memulai, khawatir untuk memulai sert sulit untuk memulai. Ini terjadi terutama jika seseorang tidak bisa menerima tantangan. Jadi untuk menyiasatinya, kita harus mengubah mindset yang selama ini tercipta di kepala, dan bagaimana caranya.
Mengubah mindset anda bahwa tantangan menjadi wirausaha itu menarik, tidak membosankan, malah memacu hormin adrenalin yang menambah semangat dan gairah hidup. Coba berpikir bahwa tantangan ini akan mengubah rutinitas yang terhambat serta mewujudkan impian untuk berpenghasilan yang lebih besar.
Tentu saja untuk mengubah mindset butuh waktu dan proses, tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan, kecuali mindset seseorang itu sejak awal memang sudah terbentuk sebagai wirausaha. Jika belum terjadi, dapat dimulai dengan perubahan sedikit demi sedikit. Misalnya sekarang Anda adalah karywan yang memulai berbisnis keci-kecilan. Anda tidak lalu harus berhenti bekerja dan beralih 180 derajat menjadi wirausaha. Tetaplah menjadi karyawan smbil berbisnis yang tidak membutuhkan modal dan tenaga yang besar. Terus jalani hingga pengalaman, modal, dan bisnis Anda berkembang. Biasanya kalau Anda sudah cukup mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan manfaat (mungkin keuntungan belum seberapa), Anda akan merasakan tantangan ini sebagai suatu yang mengasyikkan. Anda akan melakukan dan melakukan lagi tantangan demi tantangan sampai mendapat kemajuan usaha yang berarti. Sampai akhirnya Anda mungkin harus memutuskan untuk terjun 100 % menekuni bisnis. Ini artinya Anda berhasil merubah mindset menjadi wirausaha.

B. Wirausaha yang Tangguh dan Tahan Banting
Langkah selanjutnya adalah mengembangkan jiwa dan pola pikir sebagai wirausaha yang tangguh agar berhasil mengembangkan usaha yang dirintis :
               Memperluas pengetahuan
Kebingunan yang muncul sebelum memulai usaha adalah karena tidak memeiliki wawasan tentang berbagai hal tentang duania bisnis. Untuk itu,
               Membina networking
Selain pengetahuan, Anda juga perlu membina jaringan kerja dengan berbagai sector yang terkait maupun tidak bisnis yang akan Anda tekuni. Jaringan kerja ini akan memilki andil yang besar untuk memperlancar segala urusan dalam dunia bisnis.
               Berpikir untuk memulai bisnis yang kecil dan sederhana
Banyak pengusaha besar berkembang dari bisnis yang kecil, lalu tumbuh menjadi besar. Usaha yang tumbuh dari kecil akan cukup mendapat tempaan selama perjalanan usahanya sampai menjadi besar dan berhasil berkembang.
               Kreatif dan inovatif
Ini adalah prinsip dasar yang harus dimiliki pewirausaha. Anda harus kreatif menemukan ide-ide  baru yang belum tergarap atau sudah tergarap dengan inovasi. Setelah usaha berjalan, seorang wirausaha juga harus terus mengembangkan ide-ide kraetifnya untuk kemajuan usaha atau diversikasi usahanya karena selalu melihat dan mencoba peluang-peluang baru.
               Memiliki  sikap positif
Ini merupakan kiat sukses lain dalam memulai sebuah usaha. Yakinkan diri bahwa dengan membuka usaha, Anda akan mampu memiliki penghasilan setiap hari dan lebih besar dari sebelumnya. Lupakan kelemahan-kelemahan diri yang bisa menghalangi kemajuan dalam berbisnis. Bersikplah sabar, tidak pantang menyerah, terus belajar, dan selalu melihat permasalahan  secara positif.
               Sukses itu harus diperjuangkan dan penuh pengorbanan
Langkah ini tidak akan membuat Anda mundur kalau Anda sudah berhasil mengubah  mindset Anda. Jatuh bangun dalam dua bisnis itu biasa. Namun sekali jatuh, Anda akan bangun dab menjadi lebih kuat.

D. Semua Orang Bisa Jadi Wirausaha
Memulai wirausaha dapat dilakukan kapan saja, karena peluang usaha ada dimana saja dan kapan saja. Inti dari sesorang wirausaha adalah ”Ia selalu bisa melihat setiap peluang usaha bisa menjadi bisnis, sementara orang lain tidak.
Ada sebuah cerita yang mungkin pernah Anda dengar. Dua orang slesmen menjual sandal ke suatu masyarakat tradisional. Masyarakat tersebut tidak mengenal dan mengenakan sandal. Setelah datang ke lokasi, Salemen A melapor kepada atasannya bahwa di sana bukan sasaran penjual sandal yang tepat. Sementara Salesmen B, mengatakan kepada atasannya bahwa di tempat itulah target penjualan potensial karena ia akan bisa memasarkan sandal sebanyak-banyaknya. Ini karna Salesmen B bisa melihat peluang bisnis dari masyarakat yang belum terbiasa memakai sandal.

E. Cara Menghindarkan Kegagalan Usaha/Bisnis
Agar memberikan hasil yang maksimal dan meminimalkan kegagalan, berikut beberapa tip yang bisa Anda terapkan :
1. Miliki semangat atau motivasi yang kuat untuk maju dan berkembang. Tidak kenal kata mundur meskipun kendala menghadang.
2. Tingkatkan keterampilan. Jika keterampilan sudah Anda miliki, kesuksesan tinggal menunggu waktu. Jika belum, sebaiknya Anda belajar dahulu
3. Tumbuhkan minat atau kesenangan dan menekuni dunia bisnis Anda, dengan begitu Anda akan bekerja dengan senang hati.
4. Tanamkan kepercayaan orang. Bagaimanapun kuatnya motivasi dan keterampilan yang anda miliki serta sebaik apa pun rencana bisnis yang Anda susun, tidak akan banyak membantu usha/bisnis Anda, sepanjang Anda tidak bisa memperoleh kepercayaan dari oarang lain. Kepercayaan didapatkan tentu saja dari perilaku usha yang Anda jalankan. Misalnya dengan memeberikan pelayanan dan kualitas terbaik kepada klien.


KESIMPULAN

I Ide Bisnis sangat penting untuk menjalankan atau memulai suatu usaha. Diperlukan ide-ide yang sangat kreatif dan inovatif. untuk menjadi kreatif kita harus banyak mencari refrensi agar ide kita diminati masyarakat banyak dan masyarakat tidak bosan. Untuk menjadi Wirausaha juga kita harus mempunya modal. Modal bukan hanya uang tapi juga jiwa pembisnis yaitu jiwa wirausaha. Jiwa wirausaha itu harus siap untuk menerima kegagalan dengan rendah hati, bersaing dalam hal yang positif, dan jika mengalami kegagalan bisa mengatasinya dan memulai usahanya lagi dengan pantang menyerah.
  Contoh Ide Bisnis yang menurut saya kreatif :
Sekarang ini sedang heboh sekali ojek berbasis online atau dikenal dengan Go-Jek. Apa yang terlintas dipikiran anda? menurut saya kreatif sekalii karena pengusaha itu sangat pintar dalam mengambil ide bisnis. Yang pertama : kita hanya menemukan ojek dipangkalan ojek saja, namun ia mengubah itu dengan cara membuat aplikasi yang menghubungkan antara driver dengan penumpang dan driver akan menghampiri penumpang. Yang kedua : Menghemat waktu. aplikasi yang dibuat akan secara otomatis mencari driver yang terdekat dengan penumpang dan itu sangat menghemat waktu si driver maupun penumpangnya. Yang terakhir yang sangat dicari oleh masyarakat adalah promosi yang bersar-besaran. Go-jek ini sering sekali mengadakan promosi yang sangat menguntungkan masyarakat yaitu dengan jarak 25km hanya membayar Rp 15.000 saja. Sudah jelas masyarakat banyak menggunakan Ojek Online ini karena selain Praktis, Menghemat waktu, dan Murah Meriah.