Kamis, 17 November 2016

Sistem Manajemen Basis Data

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
BAB 6
EDISI 10

Komputer semakin meningkat kekuatannya, dan biaya sumber daya komputasi terus mengalami penurunan. Pada waktu yang sama, organisasi bisnis mengumpulkan data dalam jumlah yang sangat besar dan menyimpan data tersebut dalam basis data. Piranti lunak sistem manajemen basis data adalah hal yang sangat penting dalam pengorganisasian data ke dalam suatu struktur yang dapat memfasilitasi penarikan dengan cepat.
Basis data rasional telah menjadi struktur basis data yang dominan di dalam perusahaan karena dua alasan. Pertama, secara konseptual mudah untuk dipahami. Kedua, struktur basis data rasional mudah untuk di ubah karena menggunakan hubungan implisit adalah file spreadsheet, kolom-kolom dalam spreadsheet  menujukan field, baris-baris dalam spreadsheet menunjukan record. Hubungan antartabel terbentuk ketika nilai-nilai field data dan field-field yang umum adalah sama. Sistem manajemen basis data  rasional relatif mudah digunakan dan dipahami oleh para manajer.
Memahami struktur basis data dimulai dengan memahami peranan yang dimainkan oleh data dalam pengambilan keputusan. Perusahaan dapat memulai dengan masalah-masalah yang dihadapinya dan membuat data yang dibutuhkan dari suatu metodologi yang berorientasi pada proses. Jika perusahaan ingin mengambil keuntungan dari kesamaan masalah diantara area-area bisnis, perusahaan tsb dapat menerapkan pendeketan pemodelan perusahaan. Adapun metode penentuan data yang digunakan, harus tetap digunakan suatu teknik untuk menguraikan data yang dibutuhkan. Diagram relasi entitas dan diagram kelas adalah alat-alat yang memungkinkan para pengguna dan spesialis sistem informasi saling mengomunikasikan kebutuhan data secara efektif.
Data pada umumnya didapatkan kembali melalui laporan dan formulir. Akan tetapi, dengan para manajer membutuhkan akses langsung yang lebih cepat atas data, mereka lalu menulis query basis data mereka sendiri. Ini merupakan alat yang ampuh bagi para manajer, tetapi seperti kebanyakan alat yang ampuh lainnya, terdapat bahaya. Jika manajer tidak mengetahui asumsi-asumsi yang dipergunakan sistem manajemen basis data untuk memproses query, laporan, dan formulir, mereka mungkin mendapatkan data yang diperoleh kembali bukanlah data yang dimaksudkan.
Luasnya data yang terkait dengan bisnis modern dan dampaknya yang sangat penting pada operasi bisnis telah bersatu untuk menyebabkan terciptanya posisi administrator basis data di kebanyakan organisasi besar. Tugas-tugas orang ini meliputi berkerja samadengan manejemen untuk merencanakan struktur dan pengorganisasian data yang dimiliki organisasi. Masalah-masalah keamanan juga sangat penting, khusunyya karena internet dapat memungkinkan individu-individu di luar organisasi mengakses informasi yang berada didalam basis data organisasi. Yang kurang diketahui, namun tidak kalah pentingnya, adalah peranan administrator basis data dalam melatih penguna yang perlu mengakses basis data. Keamanan mengharuskan menjaga masuknya pihak-pihak yang tidak berwenang dan memberikan akses yang mudah bagi pihak yang berwenang.

Semua manajer perlu memahmi struktur-struktur basis data dasar dan bagaimmana cara memperoleh kembali data dari basis data. Pemahaman ini merupakan hal yang sangat penting bagi pengembalian keputusan yang cerdas.

Rabu, 02 November 2016

Sistem Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif



BAB II
SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
EDISI 10

Terdapat dua jenis aliran sumber daya yang melalui model sistem umum perusahaan yaitu :
1.      Sumber daya fisik
2.      Sumber daya maya (Virtual)
Mekanisme umpan balik memungkinkan aliran sumber daya virtual (data, informasi, dan keputusan) menghubungkan sistem fisik dengan mekanisme pengendalian. Mekanisme pengendalian terdiri atas standar, manajemen, dan pengolah informasi.
Lingkungan dari suatu organisasi bisnis terdiri atas pemasok, pelanggan, tenaga kerja, komunitas keuangan, pemegang saham dan pemilik, pesaing, pemerintah, dan komunitas global. Semua unsure tersebut terhubung ke perusahaan melalui aliran sumber daya fisik dan virtual. Baik sumber daya fisik maupun sumber daya virtual dapat digunakan untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif.
Aliran daya fisik dari pemasok di dalam lingkungan perusahaan kepada perusahaan dan kepada para pelanggannya melalui suatu jalur disebut sebagai rantai pasokan (supply chain). Aliran ini dapat dimonitor secara elektronik melalui input data ke dalam terminal-terminal yang berlokasi di masing-masing titik sepanjang rantai tersebut. kemampuan manajemen untuk melacak aliran akan memberikan kontribusi kepada manajemen rantai pasokan.
Sistem informasi dapat digunakan untuk memberikan keunggulan kompetitif kepada perusahaan. Pendukung utama keunggulan kompetitif adalah Michael Porter, yang mengembangkan konsep-konsep seperti rantai nilai (value chains) dan sistem nilai (value system).         
Sistem informasi dapat mencapai keunggulan kompetitif pada 3 tingkatan yaitu strategis, taktis dan operasional. Manajer pada tingkat perencanaan strategis dapat meraih keunggulan strategis dengan mempergunakan sistem informasi untuk membedakan perusahaannya dari para pesaing. Menejer tingkat pengendalian manajemen (tingkah menengah) dapat meraih keunggulan taktis dengan mengarahkan perencanaan sistem informasi yang memiliki alat pengubung umum, seperti browser Web untuk mengakses internet, yang memungkinkan pelanggan memiliki akses langsung atas informasi. Manajer pada tingkat pengendalian Operasional(tingkat yang lebih rendah) dapat meraih keunggulan operasional dengan mengembangkan sistem informasi yang menawarkan produk2 komplementer ketika pelanggan mengakses pesanan mereka sebagai salah satu cara untuk secara bersamaan meningkatkan penjualan dan mendukung keputusan pelanggan. ketika ketiga tingkatan diatas berkerja untuk mencapai tujuan yang sama, maka perusahaan akan dapat meraih potensi keunggulan yang paling besar.
Perusahaan yang beroperasi secara global disebut sebagai perusahaan multinasional (Multinational Corporation). Perusahaan ini menghadapi meningkatnya tantangan dari para pesaing global. Jika didefinisikan secara luas, para penantang global ini meliputi perusahaan2 kontraktor yang melaksanakan pekerjaan yang sama dengan yang dilaksanakan oleh perusahaan dinegara asalnya. MNC dapat mempergunakan pemrosesan informasi untuk mencapai koordinasi, yang akan menawarkan beberapa keunggulan nyata.
Perusahaan yang mengembangkan sistem informasi global (global information system- GIS) akan melalkukan sambil menghadapi tantangan-tantangan yang berat. Beberapa tantangan ini bersifat politis, beberapa tercermin dalam bentuk rintangan budaya dan komukasi, beberapa diakibatkan oleh teknologi, dan yang lain mengambil bentuk dalam kurangnya dukungan dari para manajer anak perusahaan.
Manajemen pengetahuan (knowledge management) adalah proses pengorganisasian informasi sebuah perusahaan sehingga informasi tersebut dapat dikumpulkan, disimpan, diproses dan digunakan oleh para pengambil keputusan. Sumber daya informasi perusahaan terdiri atas piranti keras, piranti lunak, spesialis informasi, pengguna, fasilitas, basis data, dan informasi.Informasi yang disampaikan dalam bentuk yang tepat akan memiliki relevansi, akurasi, ketepatan waktu dan lengkap.
Teknologi informasi berubah dengan pesat konsekuensi dari hal ini adalah bahwa data telah dikumpulkan oleh sistem terdahulu mungkin tidak sesuai dengan teknologi saat ini. sistem warisan merupakan suatu hal yang penting kerena memberikan dara historis yang penting menjadi dasar dari proyeksi tren. Terkadang sistem warisan tidak dapat memberikan data dalam format digital. Jika ada warisan tersedia dalam bentuk cetakan, maka data tersebut dapat dipindai dan disimpan sebagai gambar digital. Gambar juga merupakan hal yang penting untuk situs web.
Chief Information Officer (atau chief technology officer) memainkan peran penting dalam perencanaan strategis suatu usaha, area bisnis, dan sumber daya informasi. Perencanaan strategi bagi sumber daya informasi (strategic planning for information – SPIR) mengidentifikasi tujuan yang akan dicapai sistem informasi dimasa depan dan sumber daya informasi yang akan dibutuhkan. Kunci dari SPIR adalah mengembangkan rencana strategis bagi perusahaan dan bagi sumber daya informasi pada waktu yang bersamaan.

Ref : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
RAYMOND MCLEOD,JR.
GEORGE P. SCHELL