BAB
II
SISTEM
INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
EDISI
10
Terdapat dua jenis
aliran sumber daya yang melalui model sistem umum perusahaan yaitu :
1.
Sumber daya fisik
2.
Sumber daya maya (Virtual)
Mekanisme umpan balik
memungkinkan aliran sumber daya virtual (data, informasi, dan keputusan)
menghubungkan sistem fisik dengan mekanisme pengendalian. Mekanisme
pengendalian terdiri atas standar, manajemen, dan pengolah informasi.
Lingkungan dari suatu
organisasi bisnis terdiri atas pemasok, pelanggan, tenaga kerja, komunitas
keuangan, pemegang saham dan pemilik, pesaing, pemerintah, dan komunitas
global. Semua unsure tersebut terhubung ke perusahaan melalui aliran sumber
daya fisik dan virtual. Baik sumber daya fisik maupun sumber daya virtual dapat
digunakan untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif.
Aliran daya fisik dari
pemasok di dalam lingkungan perusahaan kepada perusahaan dan kepada para
pelanggannya melalui suatu jalur disebut sebagai rantai pasokan (supply chain). Aliran ini dapat
dimonitor secara elektronik melalui input data ke dalam terminal-terminal yang
berlokasi di masing-masing titik sepanjang rantai tersebut. kemampuan manajemen
untuk melacak aliran akan memberikan kontribusi kepada manajemen rantai
pasokan.
Sistem informasi dapat
digunakan untuk memberikan keunggulan kompetitif kepada perusahaan. Pendukung
utama keunggulan kompetitif adalah Michael Porter, yang mengembangkan
konsep-konsep seperti rantai nilai (value
chains) dan sistem nilai (value
system).
Sistem informasi dapat
mencapai keunggulan kompetitif pada 3 tingkatan yaitu strategis, taktis dan
operasional. Manajer pada tingkat perencanaan strategis dapat meraih keunggulan
strategis dengan mempergunakan sistem informasi untuk membedakan perusahaannya
dari para pesaing. Menejer tingkat pengendalian manajemen (tingkah menengah)
dapat meraih keunggulan taktis dengan mengarahkan perencanaan sistem informasi
yang memiliki alat pengubung umum, seperti browser Web untuk mengakses
internet, yang memungkinkan pelanggan memiliki akses langsung atas informasi.
Manajer pada tingkat pengendalian Operasional(tingkat yang lebih rendah) dapat
meraih keunggulan operasional dengan mengembangkan sistem informasi yang
menawarkan produk2 komplementer ketika pelanggan mengakses pesanan mereka
sebagai salah satu cara untuk secara bersamaan meningkatkan penjualan dan
mendukung keputusan pelanggan. ketika ketiga tingkatan diatas berkerja untuk
mencapai tujuan yang sama, maka perusahaan akan dapat meraih potensi keunggulan
yang paling besar.
Perusahaan yang beroperasi
secara global disebut sebagai perusahaan multinasional (Multinational Corporation). Perusahaan ini menghadapi meningkatnya
tantangan dari para pesaing global. Jika didefinisikan secara luas, para
penantang global ini meliputi perusahaan2 kontraktor yang melaksanakan
pekerjaan yang sama dengan yang dilaksanakan oleh perusahaan dinegara asalnya.
MNC dapat mempergunakan pemrosesan informasi untuk mencapai koordinasi, yang
akan menawarkan beberapa keunggulan nyata.
Perusahaan yang
mengembangkan sistem informasi global (global
information system- GIS) akan melalkukan sambil menghadapi
tantangan-tantangan yang berat. Beberapa tantangan ini bersifat politis,
beberapa tercermin dalam bentuk rintangan budaya dan komukasi, beberapa
diakibatkan oleh teknologi, dan yang lain mengambil bentuk dalam kurangnya
dukungan dari para manajer anak perusahaan.
Manajemen pengetahuan (knowledge management) adalah proses
pengorganisasian informasi sebuah perusahaan sehingga informasi tersebut dapat
dikumpulkan, disimpan, diproses dan digunakan oleh para pengambil keputusan.
Sumber daya informasi perusahaan terdiri atas piranti keras, piranti lunak,
spesialis informasi, pengguna, fasilitas, basis data, dan informasi.Informasi
yang disampaikan dalam bentuk yang tepat akan memiliki relevansi, akurasi,
ketepatan waktu dan lengkap.
Teknologi informasi
berubah dengan pesat konsekuensi dari hal ini adalah bahwa data telah
dikumpulkan oleh sistem terdahulu mungkin tidak sesuai dengan teknologi saat
ini. sistem warisan merupakan suatu hal yang penting kerena memberikan dara
historis yang penting menjadi dasar dari proyeksi tren. Terkadang sistem
warisan tidak dapat memberikan data dalam format digital. Jika ada warisan
tersedia dalam bentuk cetakan, maka data tersebut dapat dipindai dan disimpan
sebagai gambar digital. Gambar juga merupakan hal yang penting untuk situs web.
Chief
Information Officer (atau chief technology officer) memainkan peran penting dalam perencanaan
strategis suatu usaha, area bisnis, dan sumber daya informasi. Perencanaan
strategi bagi sumber daya informasi (strategic
planning for information – SPIR) mengidentifikasi tujuan yang akan dicapai
sistem informasi dimasa depan dan sumber daya informasi yang akan dibutuhkan.
Kunci dari SPIR adalah mengembangkan rencana strategis bagi perusahaan dan bagi
sumber daya informasi pada waktu yang bersamaan.
Ref : SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
RAYMOND MCLEOD,JR.
GEORGE P. SCHELL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar